BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar berfungsi untuk membekali
peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,
kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kemampuan tersebut
diperlukan peserta didik untuk memperoleh, mengolah dan memanfaatkan
informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti
dan kompetitif. Senada dengan pendapat di atas,
Gagne
mengatakan bahwa fungsi dari mempelajari Matematika adalah agar siswa
memiliki kemampuan memecahkan masalah. (Sulianto : 2009).
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ditekankan bahwa
dalam setiap pembelajaran Matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan
masalah yang sesuai dengan situasi
(Contextual Problem).
Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap
dibimbing untuk menguasai konsep Matematika (Aisyah, 2007:1-6).
Sedangkan proses pembelajaran di sekolah dasar saat ini pada umumnya
masih memperlakukan siswa sebagai obyek, guru menempatkan dirinya
sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan, dan materi yang diberikan
kurang bermakna. Proses pembelajaran yang demikian menyebabkan praktik
pendidikan kita terisolir dari kehidupan riel yang ada di luar sekolah
atau kurang bermakna (supinah, 2008:1).
Secara umum kondisi tersebut masih terlihat dalam proses pembelajaran
di kelas V SD Negeri Semen, Sentolo khususnya pada mata pelajaran
Matematika. Materi pembelajaran yang diberikan masih sangat abstrak dan
kurang bermakna. Proses pembelajaran masih terfokus pada guru sebagai
sumber utama pengetahuan. Ceramah masih menjadi pilihan utama dalam
pemilihan metode pembelajaran. Sementara itu minat dan keaktifan siswa
relatif masih kurang. Media pembelajaran yang dipergunakanpun kurang
bervariasi. Dari pengamatan yang penulis lakukan, dalam proses
pembelajaran pecahan pada mata pelajaran Matematika di SD Negeri Semen
guru memulainya langsung pada pemaparan materi kemudian diberikan contoh
dan dilanjutkan dengan evaluasi. Terlihat bahwa siswa mengikuti
pembelajaran Matematika secara pasif dan bahkan hanya menghafal
rumus-rumus tanpa memahami makna dan manfaat dari materi yang
dipelajari. Akibatnya prestasi belajar Matematika pada siswa kelas V
tergolong masih rendah. Dari hasil Ujian Kenaikan Kelas semester II
tahun pelajaran 2008/2009, nilai rerata kelas 50.80 dari KKM yang telah
ditentukan yaitu 60,30. Jelas bahwa hasil tersebut belum memuaskan.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan adanya penerapan
sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran Matematika yang lebih
memberdayakan siswa. Sebuah pendekatan pembelajaran yang diharapkan
dapat mendorong siswa untuk dapat mengkonstruksi pemahaman mereka
sendiri. Melalui pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL)
dalam pembelajaran Matematika diharapkan
siswa dapat
terdorong untuk belajar dengan mengalami sendiri, menemukan sendiri,
secara berkelompok dan bermain. Dengan pendekatan CTL, anak akan menjadi
senang mempelajari Matematika, sehingga tumbuhlah minat siswa untuk
belajar.
Menurut Sulianto (2009), terdapat beberapa keunggulan pendekatan CTL
untuk pembelajaran Matematika, antara lain: (1). Siswa secara aktif
terlibat dalam proses pembelajaran, (2). Materi pembelajaran dapat lebih
terkait dengan kehidupan nyata, (3). Keterampilan menghitung
dikembangkan atas dasar pemahaman, (4). Pemahaman rumus dikembangkan
atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. (5). Siswa
menggunakan kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dan
bertanggungjawab dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang
efektif, dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran,
(6). Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan. Dengan
Pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam
pembelajaran Matematika, diharapkan akan membawa siswa kelas V SD
Negeri Semen pada peningkatan prestasi belajarnya.
II. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan, kondisi yang ada saat
ini adalah :
- Rendahnya kualitas pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri
Semen..
- Pembelajaran Matematika kurang bermakna karena materi tidak
diajarkan secara kontekstual.
- Pembelajaran Matematika masih terpusat pada guru.
- Metode pembelajaran yang utama adalah ceramah sehingga kurang
memberikan motivasi belajar siswa serta kurang mengaktifkan siswa.
- Media pembelajaran kurang bervariasi sehingga materi masih sangat
abstrak bagi siswa.
- Minat siswa mengikuti pembelajaran Matematika rendah.
- Prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Semen untuk mata pelajaran
Matematika masih rendah.
III. Batasan Masalah
Dari uraian di atas, penelitian ini di batasi pada masalah apakah
terdapat peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas V SD Negeri
Semen khususnya dalam materi Operasi Perkalian Bilangan Pecahan melalui
pendekatan
Contextual Teaching and Learning. Prestasi belajar
Matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peningkatan nilai
proses pembelajaran di kelas, tes tertulis, dan unjuk kerja siswa dalam
materi Operasi Perkalian Bilangan Pecahan. Sedangkan Pendekatan
Contextual
Teaching and Learning dalam
pembelajaran Matematika
merupakan suatu prosedur yang dipergunakan dalam membahas materi
pelajaran Matematika yang memungkinkan siswa mengaitkan antara materi
Operasi Perkalian Bilangan Pecahan dengan lingkungan maupun pengetahuan
siswa sebelumnya. Penelitian ini melibatkan siswa dan guru. Guru yang
dimaksud di sini adalah guru yang bertindak sebagai peneliti.
IV. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka
dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Apakah Pendekatan
Contextual Teaching and Learning dapat
meningkatkan prestasi belajar Matematika pada siswa kelas V SD Negeri
Semen, Sentolo ?
V. Tujuan Penelitian
Tujuan dari Penelitian ini adalah :
- Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran
Matematika
- Siswa merasa dirinya mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk
menyampaikan pendapat, ide, gagasan dan pertanyaan.
- Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok serta mampu
mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok.
- Seluruh siswa menguasai materi pelajaran secara tuntas.
VI. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak,
baik bagi siswa, guru maupun Sekolah.
1. Bagi siswa
- Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Matematika.
- Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
2. Bagi guru
- Meningkatkan kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan
metode pembelajaran.
Meningkatkan kemampuan guru untuk mengembangkan materi dan media yang
kontekstual untuk pembelajaran Matematika di kelas.
- 3. Bagi Sekolah
- Meningkatkan proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan
mutu pendidikan di SD Negeri Semen, Sentolo.
- Memberikan masukan bagi sekolah dalam upaya untuk meningkatkan
prestasi sekolah.
- Menciptakan iklim kerja sama yang kondusif untuk kemajuan sekolah.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
I. KAJIAN TEORI
Dalam kajian teori ini akan dibahas tentang Hakekat
Contextual
Teaching and Learning, Hakekat Prestasi Belajar Matematika, Hakekat
Pembelajaran Matematika serta Pembelajaran Perkalian Bilangan Pecahan
Melalui Pendekatan
Contextual Teaching and Learning.
A. Hakekat Contextual Teaching and Learning
Hakekat Contextual Teaching and Learning (CTL) akan dibahas dalam
beberapa bagian yakni Pendekatan
Contextual Teaching and Learning,
Karakteristik
Contextual Teaching and Learning, Asas
Contextual
Teaching and Learning, dan Landasan teori
Contextual Teaching
and Learning,
1. Pendekatan Contextual
Teaching and Learning.
Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan
belajar yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan
dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat
sehingga siswa mendapatkan arti dari belajar dan menyadari bahwa apa
yang mereka pelajari adalah bekal bagi mereka di masa depan
(Iceteajegeg, 2008).
Pendekatan ini pertama kali dikenalkan oleh
The Washington State
Concortium for Contextual Teaching and Learning yang melibatkan 11
perguruan tinggi, 20 sekolah dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam
dunia pendidikan di Amerika Serikat (Iceteajegeg, 2008). Melalui
pendekatan
Contextual Teaching and Learning, dimungkinkan
terjadinya proses belajar yang di dalamnya siswa mengeksplorasikan
pemahaman serta kemampuan akademiknya dalam berbagai variasi konteks, di
dalam ataupun di luar kelas, untuk dapat menyelesaikan permasalahan
yang dihadapinya baik secara mandiri ataupun berkelompok. Pendekatan
kontekstual juga dapat membantu siswa menghubungkan materi pelajaran
dengan situasi nyata, dan memotivasi mereka untuk membuat koneksi antara
pengetahuan dan penerapannya dengan kehidupan sehari-hari dalam peran
mereka sebagai anggota keluarga, warga negara dan pelajar sehingga
mendorong motivasi mereka untuk bekerja keras dalam menerapkan hasil
belajarnya.
2. Karakteristik Contextual Teaching and
Learning
Menurut Blancard yang dikutip oleh Iceteajegeg, (2008), karakteristik
Contextual Teaching and Learning meliputi :
- Menekankan pentingnya pemecahan masalah,
- Kegiatan belajar yang dilakukan dalam berbagai konteks,
- Kegaitan belajar dipantau dan diarahkan agar siswa dapat belajar
mandiri,
- Mendorong siswa belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara
mandiri,
- Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda,
- Menggunakan penilaian autentik.
Sedangkan hal-hal yang perlu dipahami dalam
Contextual Teaching
and Learning meliputi :
- Contextual Teaching and Learning menekankan kepada proses
keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar
diorientasikan pada proses pengalaman langsung,
- Contextual Teaching and Learning mendorong siswa agar dapat
menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan dengan situasi
kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menankap hubungan
antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini
sangat penting, sebab dengan mengkorelasikan materi dengan kehidupan
nyata bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional
tetapi materi itu akan tertanam dalam memori siswa, sehingga tidak akan
mudah dilupakan dan
- Contextual Teaching and Learning mendorong siswa untuk
menerapkan materi yang dipelajarinya dalam kehidupan, artinya CTL bukan
hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya saja,
namun juga bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya
dalam kehidupan sehari-hari. (Iceteajegeg, 2008).
3. Asas Contextual Teaching and Learning
Menurut Wina Sanjaya (2007:262)
Contextual Teaching and Learning
merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memiliki tujuh asas. Asas
Contextual
Teaching and Learning tersebut meliputi
Constructivism,
Inquiry, Questioning, Learning Community, Modelling, Reflektion dan
Authentic Assessment.
a. Kontruktivisme (Constructivism).
Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan
baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman, yang
menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat
pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa
sendiri aktif secara mental membangun pengetahuannya, yang dilandasi
oleh struktur pengetahuan yang dimilikinya
b. Menemukan ( Inquiry).
Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan kontekstual, karena
pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil
mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri.
Kegiatan menemukan
(inquiry) merupakan sebuah siklus yang
terdiri dari perumusan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data,
menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan yang terakhir
membuat kesimpulan.
c. Bertanya (Questioning).
Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya dan
menjawab pertanyaan. Bertanya dipandang sebagai refleksi dari
keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan
mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. Kegiatan bertanya
berguna untuk : (1). Menggali informasi, (2). Menggali pemahaman siswa,
(3). Membangkitkan respon kepada siswa (4). Mengetahui sejauh mana
keingintahuan siswa, (5). Mengetahui hal-hal yang sudah di ketahui
siswa, (6). Menfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru dan
(7). Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk
menyegarkan kambali pengetahuan siswa. Bertanya dapat dipandang sebagai
refleksi dari keingin-tahuan setiap individu, sedangkan menjawab
pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir.
d. Masyarakat belajar (Learning
community).
Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh
dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperoleh dari
“sharing”
antar teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu.
Masyarakat belajar terjadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok
atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.
e. Pemodelan (Modelling).
Pemodelan adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu
sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Pemodelan juga dapat
diartikan sebagai upaya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi
tentang sesuatu yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam
pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat
dirancang dengan melibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.
Dengan modeling, siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang teoritis
abstrak yang mungkin dapat terjadinya verbalisme.
f. Refleksi (Reflection).
Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang dilakukan dengan
cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran
yang telah dilaluinya. Refleksi merupakan cara berfikir atau respon
tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa
yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru
menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa
pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.
g. Penilaian yang sebenarnya (Authentic
Assessment).
Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi
gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran
berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru
agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar.
Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan
kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.
4. Landasan teori Contextual Teaching
and Learning
Landasan teori
Contextual Teaching and Learning meliputi
:
Teori Belajar Jerome Bruner (Penemuan).
Belajar merupakan usaha sendiri untuk menncari pemecahan masalah
serta pengetahuan yang menyertainya sehingga mendapatkan pengetahuan
yang benar-benar bermakna bagi dirinya
Teori Belajar Ausabel (Bermakna).
Belajar adalah proses dikaitkannya informasi pada konsep-konsep yang
relevan yang terdapat dalam memori seseorang.
Teori Belajar Piaget.
Belajar berasal dari tiga bentuk pengalaman manusia yaitu pengetahuan
fisik, logika Matematika, dan pengetahuan social.
B. Hakekat Prestasi Belajar Matematika
Hakekat Prestasi Belajar Matematika akan dibahas dalam beberapa
bagian yakni Prestasi Belajar Matematika, dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
1. Pengertian Prestasi Belajar Matematika
Menurut KBBI ( 1993:700),
prestasi diartikan sebagai hasil
usaha yang telah dicapai dari apa yang dikerjakan atau yang diusahakan.
Seseorang dianggap berprestasi, jika dia telah meraih sesuatu hasil dari
apa yang diusahakannya, baik karena hasil belajar, bekerja, atau
berlatih keterampilan dalam bidang tertentu.
Belajar adalah
suatu perubahan menuju ke arah yang lebih baik atau maju. Perubahan ini
diperoleh karena latihan-latihan yang disengaja sebab hasil belajar
bukan karena kebetulan. Sedangkan istilah Matematika berasal dari bahasa
Yunani
“Mathematikos” secara ilmu pasti, atau
“Mathesis”
yang berarti ajaran, pengetahuan abstrak dan deduktif, dimana
kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keindraan, tetapi atas
kesimpulan yang ditarik dari kaidah- kaidah tertentu melalui deduksi.
Jadi prestasi belajar Matematika adalah hasil belajar yang telah
dicapai menurut kemampuan yang tidak dimiliki dan ditandai dengan
perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang
diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, dalam bentuk nilai dan
hasil tes atau ujian.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi
Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada
faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun
yang menghambat. Demikian juga dalam prestasi belajar. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain:
- a. Faktor internal.
Faktor internal ada1ah faktor yang berasal dari dalam diri siswa.
Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu :
1) Faktor Intelegensi
Intelegensi dalarn arti sernpit adalah kemampuan untuk mencapai
prestasi di sekolah. Intelegensi ini memegang peranan yang sangat
penting bagi prestasi belajar siswa.
2) Faktor Minat
Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam diri seseorang untuk
merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang beminat dalam
pelajaran tertentu maka akan rnenghambat dalam proses belajar terhadap
pelajaran tertentu tersebut.
3) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis
Keadaan fisik menunjukkan pada keadaan jasmani serta keadaan
alat-alat indera. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas atau
labilitas mental siswa. Keadaan fisik dan psikis yang sehat sangat
berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya
(Arianto, 2008)
- b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi
prestasi belajar. Faktor eksternal dapat dibagi menjadi beberapa
bagian, yaitu :
1) Faktor Guru
Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki tugas menyelenggarakan
kegiatan belajar mengajar, membimbing, melatih, mengolah, meneliti dan
mengembangkan teknik pembelajaran. Oleh karena itu setiap guru harus
memiliki kemampuan profesiona1, kepribadian dan kemasyarakatan. Selain
itu, Guru juga harus fleksibel dalam menerapkan pendekatan didaktif dan
gaya memimpin kelas yang harus selalu disesuaikan dengan keadaan,
situasi kelas yang diberi pelajaran, sehingga dapat menunjang pencapaian
prestasi siswa.
2) Faktor Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja, bahkan
mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting, karena
sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah. Ada beberapa situasi
belajar yang kurang mendukung, misalnya kericuhan keluarga, kurang
perhatian orang tua, kurang perlengkapan belajar dan sebagainya. Kondisi
tersebut akan sangat mempengaruhi berhasil tidaknya siswa dalam
belajar.
3) Faktor Sumber- Sumber Belajar
Salah satu faktor yang sangat menunjang keberhasilan proses belajar
mengajar adalah tersedianya sumber belajar yang memadai. Sumber belajar
dapat berupa media / alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat
bantu belajar merupakan semua alat yang dapat dipergunakan untuk
membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Dengan sumber belajar
yang lengkap, maka pembelajaran akan lebih menarik, menjadi konkret,
mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasil belajar lebih
bermakna (Arianto, 2008).
- C. Hakekat Pembelajaran Matematika
Pembelajaran adalah proses untuk menjadikan seseorang dapat memiliki
kepandaian atau ilmu, perubahan tingkah laku atau tanggapan yang
disebabkan oleh pengalaman. Sedangkan pembelajaran Matematika merupakan
proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana
lingkungan kelas yang memungkinkan kegiatan siswa belajar Matematika di
sekolah. Pembelajaran Matematika tidak terbatas hanya pada bidang
kognitif tetapi juga diarahkan untuk pembentukan kepribadian dan
kemampuan berfikir yang logis, sesuai dengan perkembangan kognitif
manusia. Menurut Bruner sebagaimana yang dikutip Aisyah, ada tiga proses
kognitif manusia dalam belajar yaitu proses memperoleh informasi baru,
mentransformasikan informasi yang diterima dan menguji relevansi dan
ketepatan pengetahuan (Aisyah, 2007: 1-3).
Dalam pembelajaran Matematika di tingkat SD diharapkan terjadi
reinvention
atau penemuan kembali yang berarti menemukan suatu cara penyelesaian
secara informal dalam pembelajaran di kelas. Walaupun penemuan tersebut
sederhana dan bukan hal baru bagi orang yang telah mengetahui
sebelumnya, tetapi bagi siswa SD penemuan tersebut merupakan sesuatu hal
yang baru. Oleh karena itu kepada siswa, materi disajikan bukan dalam
bentuk akhir dan tidak diberitahukan cara penyelesaiannya. Dalam
pembelajaran ini, guru harus lebih banyak berperan sebagai pembimbing
dibandingkan sebagai pemberi tahu. (Heruman, 2008:4)
- D. Pembelajaran Perkalian Bilangan Pecahan
Melalui Pendekatan CTL.
Kata pecahan yang berarti bagian dari keseluruhan berasal dari bahasa
latin
Fractio yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil. Bilangan pecahan mempunyai dua bagian yaitu pembilang dan
penyebut yang penulisannya dipisahkan oleh garis. Menurut Kennedy yang
dikutip oleh Sukayati (2007:2), makna dari pecahan dapat muncul dari
beberapa situasi yaitu:
- Pecahan sebagai bagian yang berukuran sama dari yang utuh.
- Pecahan sebagai bagian dari kelompok-kelompok yang beranggotakan
sama banyak atau juga menyatakan pembagian.
- Pecahan sebagai perbandingan atau rasio.
Sedangkan bentuk Pecahan terdiri dari beberapa macam, antara lain :
- Pecahan sederhana
Pecahan sederhana adalah pecahan yang pembilang dan penyebutnya
bilangan bulat.
- Pecahan Murni
Pecahan murni adalah pecahan dimana pembilang lebih kecil dari
penyebut.
- Pecahan tak murni
Pecahan tak murni adalah pecahan dimana pembilang lebih besar dari
penyebut.
- Pecahan Campuran
Pecahan campuran adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat dan
pecahan.
- Pecahan Senama.
Kalau ada dua pecahan yang mempunyai penyebut sama, maka pecahan itu
dinamakan pecahan senama.( Bedu : 2009).
Menurut Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan Badan
Penelitian dan Pengembangan seperti yang dikutip oleh Heruman (2008:43),
menyatakan bahwa pecahan merupakan salah satu topic yang sulit
diajarkan. Kesulitan itu terlihat dari kurang bermaknanya kegiatan
pembelajaran yang dilakukan guru, dan sulitnya pengadaan media
pembelajaran. Akibatnya guru biasanya langsung mengenalkan angka pada
bilangan pecahan sebagi pembilang dan penyebut.
Dalam pembelajaran ini peneliti berupaya menerapkan pendekatan
kontekstual dengan dukungan media yang konkrit agar materi perkalian
bilangan pecahan menjadi lebih bermakna. Untuk menjelaskan materi
perkalian berbagai bentuk bilangan pecahan, Peneliti menggunakan media
pembelajaran berupa buah jeruk, mika berbentuk persegi serta kertas
berbentuk lingkaran yang kemudian dibagi menjadi beberapa bagian yang
sama besar. Selain murah, media tersebut sangat mudah didapat oleh siswa
di lingkungannya sendiri.
- II. Kerangka Berpikir
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan pendekatan
yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usahanya dalam
mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ketika belajar.
Dengan pendekatan ini siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir
kritis dan terlibat penuh dalam proses pembelajaran yang efektif. Pada
akhirnya dengan menerapkan pendekatan ini dapat meningkatkan prestasi
belajar Matematika bagi siswa kelas V SD Negeri Semen Sentolo.
- III. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikemukakan hipotesis :
Apabila pembelajaran Matematika menerapkan pendekatan
Contextual
Teaching and Learning maka akan dapat meningkatkan :
- Minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran Matematika.
- Peran dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Matematika.
- Prestasi belajar Matematika.
BAB III
METODE PENELITIAN
- A. Setting Penelitian
Setting dalam penelitian ini meliputi : Tempat Penelitian, Subyek
Penelitian dan Waktu Penelitian, yaitu :
- 1. Tempat Penelitian.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Semen
Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo untuk mata pelajaran Matematika.
yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru senior atau kepala sekolah
dan teman sejawat. Pemilihan Sekolah ini bertujuan untuk memperbaiki
dan meningkatkan proses pembelajaran di sekolah tempat penulis bekerja.
- 2. Waktu Penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2009/2010 atau
bulan September sampai Nopember 2009. Penentuan waktu penelitian ini
mengacu pada kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa
siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas.
- 3. Subjek Penelitian.
Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah 25 siswa
kelas V SD Negeri Semen Sentolo tahun pelajaran 2009/2010 dengan
komposisi 16 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Pemilihan subyek
ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran
Matematika bagi siswa di kelas tempat penulis mengajar.
- B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom
Action Research) yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti,
kepala sekolah dan guru atau teman sejawat. Prosedur penelitian ini
dilaksanakan dalam kegiatan yang berbentuk siklus dengan mengacu pada
model spiral dari Kemmis dan Tagart. Setiap siklus terdiri dari empat
kegiatan pokok yaitu perencanaan, tindakan pelaksanaan, observasi dan
refleksi. Selanjutnya empat kegiatan itu berlangsung terus dan pada
siklus yang kedua terdapat modifikasi berupa perbaikan perencanaan.
Peneliti memilih jenis Penelitian Tindakan Kelas karena melalui
Penelitian Tindakan Kelas, seorang guru dapat menyelesaikan
masalah-masalah pembelajaran aktual yang dihadapi dan urgen untuk segera
diatasi. Selain itu, pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok
penulis sebagai seorang guru karena tidak perlu meninggalkan kelas. Hal
itu sesuai karakteristik PTK yaitu terintegrasi dengan pelaksanaan
proses pembelajaran.
- C. Definisi Operasional
Pendekatan
Contextual Teaching and Learning yang kami
maksudkan dalam penelitian ini adalah suatu pendekatan dalam
pembelajaran Matematika yang dirancang dengan mengaitkan antara materi
pelajaran Matematika khusunya dalam operasi perkalian bilangan pecahan
dengan situasi dunia nyata siswa serta mengaitkan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun
secara umum, pendekatan ini diwujudkan dalam bentuk pembelajaran dengan
metode diskusi dan kerja kelompok dengan menghadirkan masalah-masalah
kontekstual dengan dukungan media pembelajaran yang realistik. Pada
tahap awal pembelajaran, guru menjelaskan kepada siswa tentang manfaat
mempelajari mata pelajaran Matematika khususnya materi perkalian
bilangan pecahan. Selanjutnya dihadirkan beberapa masalah kontekstual
untuk dipecahkan siswa secara individu maupun secara berkelompok
berdasarkan pemahaman siswa masing-masing. Melalui peraga yang konkret,
siswa dibimbing untuk membangun konsep perkalian bilangan pecahan.
Selama proses pembelajaran, guru selalu mengamati aktifitas belajar
siswa dan memberikan motifasi jika diperlukan.
Sedangkan prestasi belajar Matematika yang kami maksudkan dalam
penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh siswa dari pengukuran
terhadap aspek kognitif dan psikomotor siswa setelah mengikuti proses
pembelajaran Matematika. Prestasi belajar matematika siswa ini diukur
dengan menggunakan teknik tes, dan observasi. Adapun wujud prestasi
belajar siswa ini ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh
guru setelah melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
- D. Rencana Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan dalam kegiatan yang berbentuk siklus
dengan mengacu pada model spiral dari Kemmis dan Tagart
(Wiriaatmadja,2008:66). Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok
yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
SIKLUS I
- a. Perencanaan ( Planing )
Peneliti melakukan observasi untuk memperoleh gambaran tentang
keadaan kelas, karakteristik siswa secara umum dan kemampuan siswa dalam
mata pelajaran Matematika.
Peneliti sebagai guru mempersiapkan:
- Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui
kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan
pendekatan CTL.
- Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berbasis kontekstual.
- Menyusun dan menyiapkan lembar observasi mengenai partisipasi siswa
dalam pembelajaran.
- Menyiapkan LKS sebagai sarana atau media pembelajaran.
- Menyiapkan soal tes yang akan diberikan pada siswa di awal pelajaran
dan di akhir siklus.
- b. Pelaksanaan ( Acting )
Langkah-langkah dalam pelaksanaan tindakan adalah:
- Pada tahap awal, Guru mengajukan suatu masalah yang ditemui siswa
sehari-hari dengan media papan tulis, kertas atau VCD. Siswa diminta
untuk menyelesaikan dengan cara masing-masing.
- Guru mengadakan Tanya jawab dengan siswa untuk menggali kemampuan
prasyarat dari siswa.
- Guru membagi siswa dalam 5 kelompok @ 5 anak.
- Guru memberikan permasalahan kontekstual yang lain dan harus
diselesaikan siswa secara berkelompok dengan menggunakan media
kontekstual dari lingkungan siswa. Selama proses berlangsung, guru
melakukan pengamatan proses. Bagi siswa atau kelompok siswa yang sudah
dapat menyelesaikan soal ini tanpa menggunakan benda konkret dapat
mengerjakan soal-soal yang ada di buku.
- Setelah semua kelompok selesai mengerjakan tugas, guru meminta
kelompok tertentu untuk mengerjakan soal di papan tulis dengan disertai
cara mereka mendapatkan hasil. Kelompok lain menanggapi.
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang
belum dimengerti atau soal yang tidak dapat diselesaikan. Jika ada
siswa yang bertanya maka selalu diberikan kesempatan kepada kelompok
lain untuk menanggapinya.
- Guru memberikan penjelasan tentang materi yang memang tidak dapat
dipahami oleh siswa dengan mempelajari sendiri atau secara kelompok.
- Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
- Siswa secara individual mengerjakan soal evaluasi. Dilanjutkan
dengan pembahasan.
- c. Pengamatan ( Observation )
Pengamatan dilaksanakan selama proses pembelajaran di kelas dengan
menggunakan lembar observasi meliputi :
- Situasi kegiatan pembelajaran,
- keaktifan siswa dan
- kemampuan siswa dalam diskusi kelompok.
- d. Refleksi ( Reflecting )
Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila memenuhi
beberapa syarat sebagai berikut :
- Sebagian besar (70% siswa) berani dan mampu menjawab pertanyaan dari
guru.
- Sebagian besar (65% siswa) berani menanggapi dan mengemukakan
pendapat tentang jawaban siswa yang lain.
- Sebagian besar (70% siswa) berani dan mampu untuk bertanya tentang
materi yang sedang dipelajari.
- Lebih dari 75% anggota kelompok aktif dalam mengerjakan tugas
kelompoknya.
- Penyelesaian tugas kelompok sesuai dengan waktu yang disediakan.
Data dari pelaksanaan Pembelajaran Siklus I tersebut dianalisis dan
dilanjutkan dengan perencanaan perbaikan terhadap kekurangan yang timbul
untuk membuat rencana perbaikan di siklus II.
SIKLUS II
Seperti halnya siklus pertama, siklus kedua pun terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
- a. Persiapan( Planing )
Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi
pada siklus pertama.
- b. Pelaksanaan ( Acting )
Guru melaksanakan pembelajaran siklus II menggunakan langkah-langkah
pembelajaran kontekstual dengan beberapa modifikasi media dan tehnik
pembelajaran.
- c. Pengamatan ( Observation )
Tim Peneliti melakukan pengamatan atau Observasi dengan bantuan
kolaborator menggunakan lembar observasi, dilanjutkan dengan wawancara
tentang permbelajaran yang telah dilakukan.
- d. Refleksi ( Reflecting )
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan
menganalisis serta membuat simpulan atas pelaksanaan pembelajaran
melalui pendekatan CTL untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika
siswa kelas V SD Negeri semen.
- E. Tehnik dan Alat Pengumpulan Data
- 1. Tehnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes, observasi,
wawancara dan diskusi.
- Tes.
Tes dilakukan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa
dalam mata pelajaran Matematika pada materi Operasi Bilangan Pecahan
melalui pendekatan CTL. Dari data yang diperoleh maka dapat diketahui
tingkat peningkatan prestasi belajar siswa.
- Observasi.
Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang partisipasi dan
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Matematika. Data tersebut
dipergunakan oleh peneliti untuk menentukan perbaikan tehnik
pembelajaran pada siklus penelitian berikutnya.
- Wawancara.
Wawancara ini dilakukan terhadap siswa dan kolaborator. Wawancara
terhadap siswa dilakukan untuk mendapatkan data tentang minat belajar
siswa pada mata pelajaran Matematika dengan pendekatan CTL serta
hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran.
Sedangkan wawancara yang dilakukan terhadap kolaborator dilakukan untuk
mendapatkan data tentang kekurangan dan kelebihan dalam proses
pembelajaran yang baru saja dilaksanakan. Data-data tersebut
dipergunakan oleh peneliti untuk perbaikan pembelajaran pada siklus
penelitian berikutnya.
- Diskusi,
Diskusi dilakukan antara guru/peneliti, kepala sekolah dan teman
sejawat atau kolaborator untuk refleksi hasil pelaksanaan siklus PTK.
- 2. Alat / Instrumen Pengumpulan Data
Alat pengumpul data dalam penelitian ini meliputi :
- Lembar pengamatan
Lembar pengamatan dipergunakan oleh peneliti untuk mengamati
partisipasi dan keaktifan siswa serta kerja guru dalam proses
pembelajaran Operasi Perkalian Bilangan Pecahan melalui pendekatan CTL.
- Pedoman wawancara
Pedoman wawancara dipergunakan oleh peneliti untuk melakukan
wawancara terhadap siswa kelas V SD Negeri Semen serta Guru sebagai
kolaborator atas pelaksanaan proses pembelajaran Operasi Perkalian
Bilangan Pecahan melalui pendekatan CTL.
- LKS dan Lembar Evaluasi
LKS dan lembar evaluasi dipergunakan oleh peneliti untuk mengukur
pencapaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika pada
materi Operasi Bilangan Pecahan melalui pendekatan CTL.
- F. Analisis Data
Data yang dikumpulkan pada setiap pelaksanaan siklus penelitian
dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tehnik persentase untuk
melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.
- Prestasi belajar: dengan menganalisis nilai rata-rata ulangan
harian, kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang dan
rendah.
- Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Matematika: dengan
menganalisis tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, kemudian
dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang dan rendah.
- Penerapan Pendekatan CTL: dengan menganalisis tingkat keberhasilan
penerapan Pendekatan CTL kemudian dikategorikan dalam klasifikasi
berhasil, kurang berhasil dan tidak berhasil.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyiyah Nyimas, dkk. (2007).
Pengembangan Pembelajaran
Matematika SD. Jakarta: Ditjen Dikti.
Arianto, Sam.
Pengertian Prestasi Belajar (Online) Tersedia
pada
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/pengertian-prestasi-belajar.html,
Diakses tanggal 11 Agustus 2009 pukul 18.35 WIB.
Bedu.(2009)
Penelitian Tindakan Kelas, (Online) Tersedia
pada
http://beduatsuko.blogspot.com/2009/05/penelitian-tindakan-kelas.html,
Diakses tanggal 9 Agustus 2009 Pukul 20.12 WIB.
Iceteazegeg.(2009).
Pendekatan Pembelajaran. (Online)
Tersedia pada
http://iceteazegeg.wordpress.com/2009/02/18/pendekatan-pembelajaran,
Diakses tanggal 9 Agustus 2009 Pukul 19.45 WIB.
Johnson, E.B (2009)
Contextual Teaching and Learning,
Menjadikan
Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikan dan Bermakna, Bandung :
Mizan Learning Center (MLC)
Muchith, M. Saekhan. (2008).
Pembelajaran Kontekstual.
Semarang:RaSail Media Grup.
Sanjaya, Wina. (2007).
Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana.
Sukayati (2007).
Pecahan dan operasinya. Modul diklat Matematika
Guru SD Sekolah Binaan tanggal 20 Mei s.d. 2 Juni 2007 di PPPG
Matematika. Yogyakarta: PPPPTK Matematika
Sulianto, Joko.(2008).
Pendekatan Kontekstual. (Online)
Tersedia pada
http://jokocakep.blogspot.com/2008/07/pendekatan-kontektual.html,
Diakses tanggal 10 Juli 2009 pukul 19.12 WIB
Supinah, (2008).
Pembelajaran Matematika SD dengan Pendekatan
Kontekstual dalam Melaksanakan KTSP. Paket fasilitasi pemberdayaan
KKG/MGMP Matematika. Yogyakarta : PPPPTK Matematika
Tim Penyusun Kamus, (1993).
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka
Wiriaatmadja, Rochiati (2008).
Metode Penelitian
Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
LEMBAR PENGAMATAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MELALUI PENDEKATAN CTL
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan Dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
SIKLUS 1
| KLP |
Nama Siswa |
Minat Siswa |
Partisipasi dan Keaktifan Siswa |
Ketrampilan Bertanya |
| 3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
| I |
Depri Dodik Kurniyanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Legowo Tri Wardani |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Danang Galih Iskandar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Edi Arwan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Naufal Ervan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| II |
Rifqi Khoirudin |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Tri Hartanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ahmad Makruf |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Bayu Dwi Pamungkas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Danang Dwi Yulianto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| III |
Devri Didik Kurniawan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Dwi Novianto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Heri Alfian Wijayanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Sigit |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Sidiq Tegar Wicaksono |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ilham Akbari Fajar Ap |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| IV |
Aprilia Pratiwi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Apri Sulista Handayani |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ema Novita Dewi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Elissa Prima Agistya |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| V |
Inayatul Mudrikah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Jamiatul Marfuah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Lina Susanti |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Nur Vega Sujiyanti |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Siti Kosidah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KETERANGAN :
Skor 3 : Baik
Skor 2 : Sedang
Skor 1 : Kurang
LEMBAR PENGAMATAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MELALUI PENDEKATAN CTL
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan Dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
SIKLUS 2
| KLP |
Nama Siswa |
Minat Siswa |
Partisipasi dan Keaktifan Siswa |
Ketrampilan Bertanya |
| 3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
| I |
Depri Dodik Kurniyanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Legowo Tri Wardani |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Danang Galih Iskandar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Edi Arwan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Naufal Ervan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| II |
Rifqi Khoirudin |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Tri Hartanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ahmad Makruf |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Bayu Dwi Pamungkas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Danang Dwi Yulianto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| III |
Devri Didik Kurniawan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Dwi Novianto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Heri Alfian Wijayanto |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Sigit |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Sidiq Tegar Wicaksono |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ilham Akbari Fajar Ap |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| IV |
Aprilia Pratiwi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Apri Sulista Handayani |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Ema Novita Dewi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Elissa Prima Agistya |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| V |
Inayatul Mudrikah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Jamiatul Marfuah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Lina Susanti |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Nur Vega Sujiyanti |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Siti Kosidah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KETERANGAN :
Skor 3 : Baik
Skor 2 : Sedang
Skor 1 : Kurang
LEMBAR PENGAMATAN
PROSES BELAJAR MENGAJAR
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
SIKLUS 1
| NO |
KEGIATAN GURU |
SKOR |
| 3 |
2 |
1 |
| 1 |
Apersepsi |
|
|
|
| 2 |
Penjelasan Materi |
|
|
|
| 3 |
Teknik pembagian kelompok |
|
|
|
| 4 |
Pengelolaan kegiatan diskusi |
|
|
|
| 5 |
Pemberian pertanyaan atau kuis |
|
|
|
| 6 |
Kemampuan melakukan evaluasi |
|
|
|
| 7 |
Memberikan penghargaan |
|
|
|
| 8 |
Menentukan nilai |
|
|
|
| 9 |
Menyimpulkan materi pembelajaran |
|
|
|
| 10 |
Menutup pembelajaran |
|
|
|
KETERANGAN :
Skor 3 : Baik
Skor 2 : Sedang
Skor 1 : Kurang
LEMBAR PENGAMATAN
PROSES BELAJAR MENGAJAR
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
SIKLUS 2
| NO |
KEGIATAN GURU |
SKOR |
| 3 |
2 |
1 |
| 1 |
Apersepsi |
|
|
|
| 2 |
Penjelasan Materi |
|
|
|
| 3 |
Teknik pembagian kelompok |
|
|
|
| 4 |
Pengelolaan kegiatan diskusi |
|
|
|
| 5 |
Pemberian pertanyaan atau kuis |
|
|
|
| 6 |
Kemampuan melakukan evaluasi |
|
|
|
| 7 |
Memberikan penghargaan |
|
|
|
| 8 |
Menentukan nilai |
|
|
|
| 9 |
Menyimpulkan materi pembelajaran |
|
|
|
| 10 |
Menutup pembelajaran |
|
|
|
KETERANGAN :
Skor 3 : Baik
Skor 2 : Sedang
Skor 1 : Kurang
PANDUAN WAWANCARA
( RESPONDEN SISWA )
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
- Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran yang baru kalian ikuti ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Apakah kalian senang dengan pembelajaran yang baru kalian ikuti ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pelajaran ? Jelaskan !
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan guru ? Jelaskan !
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Apakah kalian dapat memahami materi pelajaran yang baru kalian ikuti
? Jelaskan !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
PANDUAN WAWANCARA
( RESPONDEN TEMAN SEJAWAT )
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
- Bagaimana pendapat Anda tentang PBM yang dilakukan oleh guru ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Bagian mana yang sudah baik ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Bagian mana yang perlu diperbaiki ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Apakah Anda yakin bahwa pembelajaran bahwa pendekatan CTL dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika ?
Berikan Alasannya !
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
- Apa saran Anda untuk perbaikan PBM selanjutnya ?
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
PEROLEHAN NILAI PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN CTL PADA
SIKLUS I DAN II
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
| No |
Nama Siswa |
Nilai UH1
Tanpa CTL |
Nilai UH2
Melalui CTL
(Siklus 1) |
Nilai UH3
Melalui
CTL
(Siklus 2) |
Keterangan |
| 1 |
Depri Dodik Kurniyanto |
|
|
|
|
| 2 |
Legowo Tri Wardani |
|
|
|
|
| 3 |
Danang Galih Iskandar |
|
|
|
|
| 4 |
Edi Arwan |
|
|
|
|
| 5 |
Naufal Ervan |
|
|
|
|
| 6 |
Rifqi Khoirudin |
|
|
|
|
| 7 |
Tri Hartanto |
|
|
|
|
| 8 |
Ahmad Makruf |
|
|
|
|
| 9 |
Aprilia Pratiwi |
|
|
|
|
| 10 |
Apri Sulista Handayani |
|
|
|
|
| 11 |
Bayu Dwi Pamungkas |
|
|
|
|
| 12 |
Danang Dwi Yulianto |
|
|
|
|
| 13 |
Devri Didik Kurniawan |
|
|
|
|
| 14 |
Dwi Novianto |
|
|
|
|
| 15 |
Ema Novita Dewi |
|
|
|
|
| 16 |
Elissa Prima Agistya |
|
|
|
|
| 17 |
Heri Alfian Wijayanto |
|
|
|
|
| 18 |
Ilham Akbari Fajar Ap |
|
|
|
|
| 19 |
Inayatul Mudrikah |
|
|
|
|
| 20 |
Jamiatul Marfuah |
|
|
|
|
| 21 |
Lina Susanti |
|
|
|
|
| 22 |
Nur Vega Sujiyanti |
|
|
|
|
| 23 |
Sidiq Tegar Wicaksono |
|
|
|
|
| 24 |
Sigit |
|
|
|
|
| 25 |
Siti Kosidah |
|
|
|
|
PERBANDINGAN RATA-RATA HASIL BELAJAR SISWA
ANTARA PEMBELAJARAN DENGAN CTL DENGAN TANPA CTL
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan dan Membagi Berbagai Bentuk
Pecahan
| No |
Nama Siswa |
Tanpa CTL |
Rata-rata
Melalui CTL |
Peningkatan Hasil Belajar |
| 1 |
Depri Dodik Kurniyanto |
|
|
|
| 2 |
Legowo Tri Wardani |
|
|
|
| 3 |
Danang Galih Iskandar |
|
|
|
| 4 |
Edi Arwan |
|
|
|
| 5 |
Naufal Ervan |
|
|
|
| 6 |
Rifqi Khoirudin |
|
|
|
| 7 |
Tri Hartanto |
|
|
|
| 8 |
Ahmad Makruf |
|
|
|
| 9 |
Aprilia Pratiwi |
|
|
|
| 10 |
Apri Sulista Handayani |
|
|
|
| 11 |
Bayu Dwi Pamungkas |
|
|
|
| 12 |
Danang Dwi Yulianto |
|
|
|
| 13 |
Devri Didik Kurniawan |
|
|
|
| 14 |
Dwi Novianto |
|
|
|
| 15 |
Ema Novita Dewi |
|
|
|
| 16 |
Elissa Prima Agistya |
|
|
|
| 17 |
Heri Alfian Wijayanto |
|
|
|
| 18 |
Ilham Akbari Fajar Ap |
|
|
|
| 19 |
Inayatul Mudrikah |
|
|
|
| 20 |
Jamiatul Marfuah |
|
|
|
| 21 |
Lina Susanti |
|
|
|
| 22 |
Nur Vega Sujiyanti |
|
|
|
| 23 |
Sidiq Tegar Wicaksono |
|
|
|
| 24 |
Sigit |
|
|
|
| 25 |
Siti Kosidah |
|
|
|
LEMBAR TES PEMBELAJARAN SIKLUS I
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan Berbagai Bentuk Pecahan
- Isilah titik-titik di bawah ini !
Gambar di atas menunjukkan bahwa
….. + ….. + ….. + ….. = ….. atau 4 x …… = ……..
- Isilah titik-titik di bawah ini !
- Ketika sedang istirahat, 4 orang temanmu membeli roti di kantin
sekolah. Mereka masing-masing makan roti. Berapa bagian rotikah yang
dimakan oleh ke-empat temanmu ?”
Jawab : ………….. x ………….. = …………..
- Untuk membantu korban bencana alam, siswa kelas V SD Negeri Semen
diminta untuk mengumpulkan beras @ kg. Berapa banyakkah beras yang
dikumpulkan oleh 6 orang siswa ?
Jawab : ………….. x ………….. = …………..
- 5 x = =
- 3 x = =
- x = =
- x = =
- x = =
- x = =
Kunci Jawaban
- 4 x = = 2
- x =
- x =
- 6 x = 6 x = = 15
- = 3
|
- = 2
- =
- =
- =
- =
|
Pedoman Penilaian
Nilai = Jumlah Jawaban Betul x 10
LEMBAR TES PEMBELAJARAN SIKLUS II
Nama Sekolah : SD Negeri Semen
Mata pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V / I
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010
Kompetensi dasar : Mengalikan Berbagai Bentuk Pecahan
- Isilah titik-titik di bawah ini !
Gambar di samping menunjukkan bahwa
….. + ….. + ….. + ….. = ….. atau 4 x …… = ……..
- Isilah titik-titik di bawah ini !
- Untuk buka puasa, ibu membuat minuman 4 gelas teh panas. Setiap
gelas, Ibu memerlukan liter air panas. Berapa liter air panas yang
digunakan Ibu?
Jawab : ………….. x ………….. = …………..
- Shofy mempunyai tali yang panjangnya meter. Sepanjang bagiannya
diberikan kepada adiknya untuk menarik mobil-mobilan. Berapa meterkah
panjang tali yang diberikan kepada adiknya ?
Jawab : ………….. x ………….. = …………..
- 4 x = =
- 5 x = =
- x = =
- x = =
- x = =
- x = =
Kunci Jawaban
- 4 x = = 1
- x = =
- 4 x =
- x =
- =
- = 3
- =
- =
Pedoman Penilaian
Nilai = Jumlah Jawaban Betul x 10
PROPOSAL ELEKTRONIK TUGAS AKHIR (e-TA)
PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SEMEN
MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING
AND LEARNING
Disusun Oleh :
SARTONO
NIM. 06108249160
S1 PGSD PJJ
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL ELEKTRONIK TUGAS AKHIR (e-TA)
Judul Penelitian :
PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI
SEMEN MELALUI PENDEKATAN
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
Disusun Oleh :
SARTONO
NIM. 06108249160
Sebagai syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.
Telah diujikan pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2009 dan dinyatakan
Lulus
Menyetujui,
Penguji
Harun Rosyid, M.Pd
NIP.131476260 |
Yogyakarta, 19 Agustus 2009
Pembimbing
T. Wakiman, M.Pd
NIP. 19500601 197703 1 001 |
DAFTAR ISI
Halaman Sampul …………………………………………………………………………………………. i
Lembar Pengesahan …………………………………………………………………………………… ii
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………….. iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………. 1
- Latar Belakang Masalah …………………………………………………………… 1
- Identifikasi Masalah ………………………………………………………………… 2
- Batasan Masalah …………………………………………………………………….. 3
- Rumusan Masalah …………………………………………………………………… 3
- Tujuan Penelitian …………………………………………………………………….. 4
- Manfaat Penelitian …………………………………………………………………… 4
BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN……………………………. 5
- Kajian Teori ………………………………………………………………………….. 5
- Kerangka Berfikir …………………………………………………………………. 13
- Hipotesis Tindakan ………………………………………………………………. 14
BAB III METODE PENELITIAN……………………………………………………….. ….. 15
- Setting Penelitian ……………………………………………………………… ….. 15
- Jenis Penelitian ……………………………………………………………………… 15
- Definisi Operasional …………………………………………………………. 16
- Rencana Tindakan ………………………………………………………………… 17
- Tehnik dan Alat Pengumpulan Data ………………………………………….. 20
- Analisis Data ……………………………………………………………………….. 20
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………. 22
LAMPIRAN……………………………………………………………………………………………. 23